admin Jika anda suka dengan artikel yang saya tulis, silahkan berikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ya!

√ Sejarah Asal Mula Candi Borobudur Terlengkap

1 min read

candi borobudur

Banyak teori yang berusaha menjelaskan asal usul nama candi borobudur. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara yang artinya “gunung” (bhudara) dimana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.

Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Monumen ini terdiri atas enak teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar pada dindingnya yang dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.

Nama bore-udur yang kemudian ditulis Borobudur kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu desa bore (Boro).

kebanyakan candi memang sering kali dinamakan berdasarkan desa tempat candi itu berdiri. Raffles juga menduga bahwa istilah ‘Budur’ berkaitan dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti “purba” maka bermakna “Boro purba”.

Namun para arkeologi lain beranggapan bahwa nama Budur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung.

Contoh kata borobudur berasal dari ucapan “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain adalah bahwa nama ini berasal dari dua kata yaitu “Bara” dan “Beduhur” kata bara berasal dari kata vihara.

Sementara itu ada juga penjelasan lain dimana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya adalah “tinggi” atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “diatas”.

Jadi maksud tersebut adalah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

J.G. de Casparis dalam dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan.

Berdasarkan prasasti Karang tengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari bangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M.

Bangunan itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Dalam prasasti Karang tengah disebutkan bahwa mengenai penganugerahan tanah sima oleh Cri Kahulunan untuk memelihara Kamulan yang disebut Bhumisambhara.

Istilah Kamulan

sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra.

Casparis memperkirakan bahwa Bhumi Sambhara Bhudara dalam bahasa sansekerta yang berasal “Bukut himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.

admin Jika anda suka dengan artikel yang saya tulis, silahkan berikan komentar anda pada kolom komentar dibawah ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *